Sejarah Desa

  • Sejarah DesaWalangsari
  1. Legenda Desa (Sasakala)

Berdasarkan cerita para orang tua bahwa Desa Palasarigirang wilayahnya sangat luas, mencakup 3 Desa yaitu Desa Pulosari dan Desa Walangsari.

Desa pulosari sudah terlebih dahulu di pekarkan, dari Desa Palasarigirang sedangkan Desa Walangsari,Desa yang terakhir dipekarkan. Mengingat jumlah penduduk Desa Palasarigirang sudah padat mencapai jumlah untuk 2 Desa.

Sebelum di pekarkan Desa Walangsari hanya merupakan dusun/kampung dibawah naungan Desa Palasarigirang kampung tersebut adalah kampung Tenjolaut, Pasirwalang,cirahong dan cingenca.

Kampung tenjolaut konon katanya dahulu kala pada waktu penjajahan Belanda ada sebuah pohon aren ( kawung ) yang sangat tinggi dan ketika yang mempunyai pohon tersebut  naik untuk mengambil air niranya ( cai lahang ) terlihatlah laut Palabuhan Ratu, sehingga dinamakan tenjolaut artinya dari kampung ini bisa melihat laut Palabuan ratu. Sedangkan kampung-kampung lainnya pasti sama memiliki sejarah seperti Cirahong, Cingenca dan Pasirwalang.

Untuk nama Walangsari sendiri diambil dari nama sebuah kampung yang sebelum desa ini dipekarkan sudah ada kampung pasirwalang dikampung tersebut sejak tahun 1972 sudah berdiri sebuah bangunan SDN Pasirwalang.dan sudah terkenal kemana-mana.

Dengan hasil kesepakan bersama para tokoh masyarakat disepakati bahwa Desa Walangsari hasil pemekaran dari desa palasarigirang dengan Nama Desa Walangsari. Walang = Harum sedang Sari = harum/bunga/kembang.

Walangsari berarti harum baunya,dalam artian yang terkenal atau yang mengharumkannya diantaranya dari segi pendidikan,pertanian dan perikanan karena sebelum dipekarkan dari Walangsari sudah banyak yang dihasilkan baik dari segi Sumber Daya Manusia maupun sumber daya alamnya.

      2. Terbentuknya Desa Walangsari

Pada tanggal 04 juni 1984 desa Walangsari berdiri hasil dari pemekaran dari desa Palasarigirang. Pada waktu pemekaran tersebut tidak diberi tempat apa-apa oleh lurah.Hanya diberi tanah yang menjadi  wilayah administratip DESA WALANGSARI.

Selama lima bulan kegiatan pemekaran ,kegiatan pemerintahan desa Walangsari dilaksanakan dirumah penduduk yang bernama W. Marwiana, yang sekaligus sebagai pejabat sekretaris desa pada waktu itu.

Melalui rencana pembelian tanah untuk pembuatan kantor desa,tepat pada tanggal 5 Desember 1984 sudah dapat dilaksanakan pembangunan kantor desa secara gotong royong.

 

Dalam pelaksanaan pembangunan kantor desa tersebut,selain gotong royong masyarakat ada juga bantuan dari pemerintah kabupaten sebesar Rp 1.263.450. Pembangunan kantor desa tersebut memakan waktu selama empat bulan,dan selesainya pada tanggal 10 september 1985, langsung diresmikan oleh Bupati Sukabumi yang diwakili oleh asisten daerah (ASDA) Bapak H. Ardawi Sulaeman.

 

Pada waktu dimekarkan,Desa Walangsari berpenduduk 3215 jiwa yang tersebar di empat kedusunan,luas wilayah 702,98 ha dengan perincian sebagai berikut:

 

  1. Tanah darat 302,98 ha
  2. Tanah sawah 100 ha
  3. Tanah perkebunan 300 ha

 

  • Pejabat Kepala Desa Walangsari

 

Kepala Desa yang memimpin Desa Walangsari diantaranyaadalah :

  1. MADHUSNA (1984 – 1987);             Sekretaris Desa           W.Marwiana
  2. MADHUSNA (1988–1996);               Sekretaris Desa           W.Marwiana
  3. MARWIANA (1997-2000);               Sekretaris Desa           Wawan Kurniawan
  4. MARWIANA (2000-2005);               Sekretaris Desa           Wawan Kurniawan
  5. MADHUSNA (2006-2007);               Sekretaris Desa           Wawan Kurniawan
  6. MOHAMAD YASIN (2007-2011); Sekretaris Desa           Wawan Kurniawan
  7. MADROKI ( 2011-2012) ;                       Sekretaris Desa           Wawan Kurniawan
  8. O. NAHROWI (2012-2018) ;                  Sekretaris Desa           Wawan Kurniawan